A New Chapter of My Life
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, aku bingung.
"Selanjutnya apa lagi ya?"
Sebenarnya, aku sudah memikirkan beberapa option setelah menyelesaikan kuliah 4 tahunku itu. Tapi ya, namanya juga rencana, pasti ada saja halangan dan lain hal. Salah satu option nya adalah: melanjutkan pendidikan master.
Papa memang sudah mewanti-wanti untuk menyuruhku kuliah lagi. Salah satu alasannya adalah karena dulu Papa sempat ingin menguliahkan Ibu dan Kakak namun tidak jadi karena beberapa alasan.
Sempat terbesit beberapa keraguan ketika dihadapkan dengan realita yang ada. Tekanan dari sana-sini, rasa iri melihat teman-teman seperjuanganku yang sudah mulai update tempat mereka bekerja, keluhan-keluhan mereka saat dihadapkan dengan deadline dari bosnya dan lain-lain. But then I realize 'Hey, It's okay.. all you have to do is live your life on your own terms..'
Lalu aku memantapkan diri untuk kuliah lagi.
Aku sempat mengikuti beberapa wawancara pekerjaan, ada yang ditolak dan ada juga yang diterima. Pada saat diterima, senangnya luar biasa. Aku langsung mengabari kedua orangtua untuk meminta pendapat mereka. Namun mereka tidak mengizinkan. Ya bagaimana kalau orangtua tidak meridhoi? Kan ridho Allah SWT adalah ridho orangtua. Akhirnya, kesempatan bekerja itu tidak aku ambil.
Di sela-sela mencari pekerjaan, aku mulai mencari info mengenai beasiswa. Beasiswa luar maupun dalam negeri. Sudah beberapa kali juga aku konsultasi dengan dosen pembimbingku ketika TA (Tugas Akhir) kemarin. Terimakasih banyak kepada Pak Dwija dan Bu Siti yang sudah memberikan banyak masukan untukku. Aku banyak mendapatkan informasi dari berbagai pihak. Mulai dari dosen, teman-teman dan juga acara pameran pendidikan.
Pada saat aku mengikuti acara pameran pendidikan, aku disarankan untuk langsung daftar ke salah satu uni yang ada di UK sana. Tentu saja aku harus memperbincangkan hal tersebut dengan orangtuaku. Papa setuju, Ibuku masih ragu. Keinginan Ibu adalah aku berkuliah di tempat yang tidak terlalu jauh, agar beliau bisa menjengukku kapanpun. Namun pada akhirnya Ibu luluh juga, walaupun sedikit ragu. Kemudian, aku menghubungi pembimbing yang menyarankan aku untuk langsung daftar tadi melalui chat WhatsApp.
"Kamu mantepin diri kamu dulu coba. Kalau udah fix, kita berangkat Oktober ini.." ucap pembimbingku di chat.
Timbul beberapa keraguan. Jarak menjadi salah satu faktor penting dalam pertimbanganku saat itu. Meskipun Papa setuju dan ini merupakan impianku sejak lama, namun aku masih ragu dengan pilihan ini. Aku membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi saat aku LDR dengan keluarga, sahabat dan juga pacarku. Lebih banyak rasa ragu dibandingkan dengan kemantapan hati. Akhirnya aku membatalkan rencana tersebut dan memilih untuk berkuliah lagi di Bandung.
Aku mendaftar program master di ITB. Alhamdulillah aku sudah diterima dan bulan Agustus nanti sudah mulai masuk kuliah. Di saat masa pendaftaran tersebut, aku mulai mencari-cari pekerjaan sampingan. Ketika sedang berselancar di dunia Instagram, aku menemukan lowongan pekerjaan graphic designer/illustrator di sebuah online shop milik salah satu YouTube Influencer. Beberapa hari kemudian, aku dikontak oleh managernya untuk mengikuti wawancara via video call. Alhamdulillah aku diterima dan langsung bekerja saat itu juga. Sistem kerjanya remote sehingga aku harus mengirimkan hasil kerjaanku lewat email dan aku bisa mengerjakan kerjaanku itu dimanapun tanpa harus ke kantor. Alhamdulillah.
Orangtuaku setuju ketika aku bercerita mengenai pekerjaanku ini. Mereka terlihat senang karena aku bisa kuliah sambil kerja nantinya. Walaupun sesekali aku harus melakukan photoshoot dengan seorang model (adik dari owner olshop tersebut) di cafe yang ada di Bandung, namun overall pekerjaan ini menyenangkan. Alhamdulillah.
Meskipun aku tidak terlalu jago foto and photography is not really my thing, tapi perlahan aku mulai menyukainya.
So, that's it. A new chapter of my life adalah tentang keraguan dan kegalauan umur 20an yang mulai aku hadapi saat ini. Semoga urusan karir dan kuliahku nanti selalu lancar, aamiin.
0 komentar